RSS

struck

Akhir-akhir gue bete banget sama wordpress. Susaaaaaaaah banget buat dimasukkin. Pas kemaren gue lagi bete-betenya malah gak bisa dibuka. Padahal hati menunjukkan ingin sekali menulis sesuatu di dunia maya. Jadilah gue punya tumblr, sebuah blog simple yang bisa bikin semuanya jadi terlihat keren. Well, nanti aja gue ceritanya tentang mainan baru kita, sekarang fokus dulu bikin post yang seperti biasa gak jauh-jauh dari curhatan seorang mahasiswa. (bangga).

Gue, sedang liburan. Namun gue terganjal banyak hal sehingga niat gue yang maunya liburan jalan-jalan kemana-mana malah gagal. Puncaknya, gue hari ini bikin random post yang asli ngasal abis. Pingin gue share di sini, gue takut karena rada pribadi dan bahkan cenderung personal. Jadi, gue terpaksa memendam post itu buat koleksi pribadi aja kali yaa.

By the way, gue mau ngebahas tentang struck, atau mandeg. Dalam post ini gue lebih membahas tentang sesorang yang mandeg pada suatu hal, pada suatu figur manusia atau bahkan pada suatu hobi. Macemnya banyak banget orang yang struck ini, dan gue akan membahas orang-orang yang struck sama bidang menulis, yang pada khususnya akan gue bahas kenapa gue struck pada bidang ini.

Contoh nyata gue gila banget sama nulis adalah gue punya dua diary pas gue kecil. Dan semuanya keisi penuh. Tadinya gue mau beli diary yang ketiga tapi karena gue sering diledekin sama temen gara-gara umur segitu masih nulis diary, jadinya gue gak beli. Tiba-tiba bokap beli komputer rakitan dan disitu gue menemukan word processor yang akhirnya menjadi mainan gue ketika gue udah bosen mainan game. Dari situlah kalo gue bosen gue mulai mecoba banyak hal, mulai dari bikin surat ngasal-ngasalan, bikin cerita, bikin cerpen, sampe akhirnya gue bikin puisi. Yap, puisi, sebuah kumpulan kata-kata yang kadang-kadang susah buat dicerna. Waktu pertama gue nulis puisi, gue gak ngerasa apa-apa. Gue cuman merasa bahwa gue perlu untuk menulis hal itu. Akhirnya, gue menulis sesuatu yang entah kenapa efeknya lebih dalem daripada sekedar menulis cerpen atau esai ngawur kayak biasanya. Dan inilah jadinya:

Mungkinkah bisa kembali

Keajaiban hati nurani

Bila langit seakan mati

Bila bumi juga sakit hati

Puisi yang pertama cuman satu bait. Tanpa ada judul, atau apapun itu. Lama kelamaan, baitnya nambah dan mulai ada judulnya. Gue akhirnya mulai cari referensi, lihat puisi orang-orang gede yang terkenal. Ternyata, polanya gak sekaku pantun. Dan mulailah gue membuat puisi yang rada panjang dengan pola gak jelas macam ini:

Aku diam dan berjalan tak tentu arah

Ketika aku temukan dia, bersandar di tepi hari yang sunyi

Mungkinkah ini mimpi?

Aku yang sepi dan sendiri ini, tak kuasa tuk hampiri

Akankah aku pergi?

Berlari meninggalkan dia di sini,

menggigil mencari matahari

Tega sekali!!!

Kau pikir aku ini apa?

Aku ini orang malam yang pergi

dari remang-remang cahaya berlian

Yang akhirnya,

bersandar di tepian

Bersamanya.

Awkward? Banget! Tapi ketika lo membaca hasil yang keluar begitu saja sebagai hasil pergulatan di otak lo selama ini, rasanya akan indah sekali. Rasanya lo berhasil mengeluarkannya. Lega separah-parahnya lega.

Semenjak saat itu, gue mulai mendalami karakter gue dalam menulis. Imajinasi gue yang kadang-kadang cuman buat pengantar tidur mulai gue kembangkan secara realita. Mulailah gue membuat cerita cinta amatiran dengan tokoh sentral gue sebagai orang yang tertindas dan pada akhirnya akan dibela oleh tokoh utama lain yang sebenernya gue suka. Cemen, banget. Tapi untuk ukuran anak SD dan SMP awal yang lagi jatuh cinta itu hal biasa. Daripada gue lampiaskan untuk hal-hal buruk?

Segetol apapun gue menulis, prestasi gue cuman satu. Gue pernah menang juara 1 Lomba Menulis Cerpen se-Kota Bekasi sekitar tahun 2007. Ceritanya gue posting disini dengan judul Makna Dibalik Angka 7. Menangnya gue akhirnya membawa gue ke tingkat provinsi, dimana gue katanya berhasil masuk nominasi 40 besar cerita terbaik. That’s it. Gue gak pernah ikut lomba nulis apa-apa lagi. Gue pernah ikut lomba esai tapi gak lolos. Akhirnya gue cuman membawa tulisan-tulisan gue ke majalah sekolah, majalah dinding, atau sekedar penghibur lara ketika gue lagi sedih. Dan ketika gue kenal internet secara utuh, gue liat orang-orang punya blog untuk melampiaskan dan mempublikasikan tulisan mereka. Akhirnya 2009, lahirlah blog ini. Dan gak kerasa, ini tahun 2012 menjadi tahun ketiga gue berkecimpung di dunia menulis dunia maya. Jauh sebelum orang mulai rame berkicau, gue udah berkicau di blog ini. Dan sekarang, blog ini alhamdulillah hampir ada pengunjungnya setiap hari, walaupun rata-ratanya cuman 10 orang setiap hari. Gue juga heran kenapa ada aja orang tersesat masuk ke blog ini.

Well, itulah post mengenai mandeg-nya gue di bidang tulis-menulis. Semoga bisa memberi inspirasi untuk kalian semua. Satu yang mesti gue bilang adalah, tujuan akhir seseorang menulis bukan untuk jadi penulis, tapi sense of writing yang semakin berkualitas itulah yang dituju.

Happy writing!

 
Leave a comment

Posted by on January 24, 2012 in opini

 

2011 in review

The WordPress.com stats helper monkeys prepared a 2011 annual report for this blog.

Here’s an excerpt:

A San Francisco cable car holds 60 people. This blog was viewed about 3,600 times in 2011. If it were a cable car, it would take about 60 trips to carry that many people.

Click here to see the complete report.

 
Leave a comment

Posted by on January 15, 2012 in iseng

 

we done for 2011! (2)

Akhirnyaaaaaaahh, UAS kelar juga. Semua akhirnya selesai dan kita diperbolehkan untuk kembali ke daerah asal masing-masing untuk me-recharge baterai semangat yang telah dikuras habis selama satu semester awal di IPB. Tempat kuliah yang kami cintai akhirnya kami tinggalkan untuk sementara waktu, supaya kami bisa kembali dengan hati senang dan semangat baru untuk semester berikutnya.

OKEH, untuk mengawali liburan semester kita kali ini, gue akan mengawali dengan menunaikan janji gue untuk meneruskan post refleksi akhir tahun sesi dua. Untuk yang baru liat silahkan membuka post yang ini dulu supaya bisa enak bacanya. Mari kita lanjuuuuuttttt XD

Juli, bulannya matrikulasi. Penuh jadwal. Speechless liat semua orang berlomba-lomba untuk mengerjakan tugas anak kuliah sambil menata hidup untuk menahan homesick yang semakin menjadi-jadi. Gue juga jadi gak bisa nulis di sini karena penatnya jadwal. Untungnya hasil gue gak sia-sia jadi orang tua gue juga percaya sama gue untuk mendapat banyak hal baru selama kuliah. For your information, gue gak punya baju kuliah yang formal. Yang gue punya cuman modal polo-shirt semi formal yang amat sangat ngebosenin karena warnanya yang standar: merah, putih, dan abu-abu. Akhirnya setelah satu minggu kuliah gue memperhatikan semua mahasiswi dan akhirnya baru menentukan baju-baju apa yang cocok untuk gue kuliah. Dan begitulah, gue berubah jadi mahasiswi yang pake baju formal dan jeans biru melekat kemana-mana.

Agustus, bulan yang spesial buat bokap gue karena beliau ulang tahun. Tapi ternyata gue gak bisa hadir di rumah pas dia ulang tahun. Akhirnya gue cuman bisa sms tengah malem bilang selamat ulang tahun. Gue gak bisa hadir karena harus ngewakilin gedung asrama dalam salah satu perlombaan antar asrama. Pas siangnya, gue ditelfon sama bokap. Waktu itu gue lagi di GWW dan itu ramenya setengah mampus, tapi entah kenapa air mata gue (hampir) mengalir gara-gara denger bokap ngomong langsung kalo beliau seneng banget dapet sms tengah malem gue. Untungnya gak ada yang liat gue hampir berurai air mata dan semua berjalan normal. Gue akhirnya dapet libur lumayan banyak karena akhir agustus kita dapet libur Lebaran. Baru itu ngerasain euforia mudik bareng temen-temen asrama dan ternyata rasanya keren juga. Merasakan kebersamaan dan ikatan kekeluargaan yang erat antara masing-masing daerah, dan saling bertenggang rasa dengan daerah yang lain. Merasakan Indonesia dalam versi lain di asrama itu keren banget. Dan buat gue itu pengalaman yang cukup menyentuh bersama teman-teman seperjuangan sahabat tani 48.

September, kuliah dimulai dan semua berjalan normal. Nothing special lah, yah mungkin gue bulan ini bisa merayakan ulang tahun ibu gue di rumah sambil makan di salah satu restoran di mall terkenal di Bekasi. Seneng karena bisa menikmati hidup bersama keluarga, merasakan kehangatan keluarga di tengah-tengah keterasingan diri sendiri selama di asrama. Yah intinya, kehangatan keluarga bener-bener kerasa di bulan ini.

Oktober, my beloved month! Gue cinta banget bulan ini karena bulan ini gue dapet surprise dari sahabat-sahabat FOSCA gue yang sama-sama kuliah di IPB. Bukan surprise yang heboh sih, tapi dari senyum mereka yang bawain kue buat gue dan kita makan bareng di kantin fakultas aja buat gue itu adalah kado terbaik dari semua kado yang gue terima selama ini. Buat gue, keluarga gue yang kedua memang adalah FOSCA, dan kehadiran mereka di ulang tahun gue kemaren merupakan satu hal yang paling memorable selama gue di IPB.

foto bersama

dengan jaket kebanggaan *blush*

Itu adalah foto yang diambil dengan cara sederhana dengan kamera digital biasa yang diambil di taman galdiator IPB, tempat pertama kali gue bersama sahabat FOSCA gue bertemu dan berkumpul lagi. Tempat itu masih menyenangkan buat gue karena gue kadang-kadang suka lewat situ. Semoga aja pembangunan IPB yang lagi berjalan akhir-akhir ini gak merusak tempat kenangan gue itu.

November, FULL KULIAH. Sangat tidak menarik untuk diceritakan. Intinya gak ada. Kuliah, tugas dan segala macam keributan masuk UKM dan lain-lain yang mungkin akan gue tulis dalam halaman berbeda,

Desember, kuliah berangsur-angsur reda karena sebentar lagi tutup tahun. Kesibukan kuliah gue mulai menggila dan masalah mulai muncul di transisi bulan November dan Desember. Tapi, masalah ini justru mendekatkan gue pada kelas TPB gue yang ternyata orangnya asik banget semuanya. Gue dan temen-temen juga menjalin keakraban ini pada acara tidak formal yang sampe sekarang masih keinget betapa indahnya bersama teman-teman yang seru. Mungkin bulan ini bulan yang cukup damai untuk mengakhiri tahun yang super dahsyat, tahun 2011. Penutupan akhir tahun gue untuk pertama kalinya pasang TV kabel, dan gue merasa WOW sekali melihat sistem TV digital parabola yang menghubungkan pemirsa Indonesia dengan pemirsa di dunia. Yang gue sangat perhatikan adalah sinema elektronik kita yang bener-bener sampah kalo dibandingkan dengan mereka. Gue gak mau komentar deh, gue rasa bagi kalian yang punya TV kabel juga ngerti apa yang gue maksud.

PHEW. Sebuah cerita yang cukup singkat untuk enam bulan yang alhamdulillah berhasil gue jalani pada akhirnya. Sebuah refleksi yang cukup membuat gue sabar untuk mengingat dan memilih cerita yang bakal gue tampilkan secara random di sini atau gue buat tulisan dengan tema tersendiri dan nilai tulisan yang rada bermanfaat. Tapi yang jelas gue bakal sering bikin tulisan di blog ini karena ada sangat banyak hal yang pingin gue ceritakan pada kalian. Too much too write, too little too late!

Happy holiday :)

 
Leave a comment

Posted by on January 14, 2012 in curhatan..

 
 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 363 other followers