Kamu

Mencintaimu adalah kutukan terbesar dunia
Membuat alasan, membuat alasan
Kemudian menyesalinya hingga tak terasa
Air mataku mengalir dengan derasnya

Mencintaimu adalah mispersepsi
Kesalahan ku yang gersang kasih sayang dari yang bukan aku
Kemudian meresapinya jadi cinta
Mengacaukan akal sehat yang biasa berpacu dengan waktu

Pahit
Aku harus pahit terhadap diriku sendiri
Berusaha mati-matian menghapus satu-satu
Kamu, kamu, kamu
Sebelum aku yang hancur karenamu

Bodoh
Aku harus bodoh pada normaku sendiri
Berusaha membodohi aturan dan prasangka
Tentang kamu, kamu, kamu
Sebelum aku yang remuk karenamu

 

-Cawang, 2017.04.15

haunt

Until we meet again
Until we find each other again

When I find you laying beside her
That’s when I secretly whispering
“I already did that before”

When I find you caressing her hair
That’s when I secretly whispering
“I already know how that feel”

When I find you kissing her
That’s when I secretly saying
“That is the moment I regret the most”

And so,
Once for a while
I will haunt your dream
To keep you awake
To keep disturbing you

Like how you disturb my life

 

-Bandar Lampung, 2017.01.21

(m)udik pt. 3

-meneruskan post ini, dan ini

HUWAU. Ternyata nyeritain cerita mudik aja gue harus menghabiskan tiga post sekaligus. Gak ngerti apa guenya aja yang terlalu heboh selama ngetik, atau emang ini cerita panjang banget. Tapi, melihat keadaan yang harusnya bisa ditempuh 12 jam namun akhirnya gue tembuh lebih dari 48 jam, yah memang mungkin saja ceritanya akan panjang. Buat yang baru baca, silahkan dicek post sebelumnya dulu biar nyambung, sekalian nambahin traffic juga ahahaha.

Jadi, sampai dimana kita kemaren?

Ah iya. Ahem. Jadi…

Setelah lepas dari neraka tanpa bensin itu, gue terkulai lemah di dalam mobil. Gak lama mobil berjalan, guenya langsung diculik jin tidur. Terkaget-kaget saat bangun, lokasi gue ternyata belum berubah banyak dari ketika gue tidur. Padahal gue udah tidur sekitar dua jam lebih. Orangtua memutuskan untuk berhenti di salah satu Gudang Bulog yang pernah gue samperin pada saat pulang kampung sebelum ini. Disana, ada kamar mandi yang memang disewakan untuk pemudik. Gue memanfaatkan itu untuk cuci muka dan ngebasuh diri, paling engga biar adem aja gitu. Setelah berapa lama, akhirnya perjalanan dilanjutkan kembali dan kita akhirnya memasuki Jawa Tengah.

Berkaca dari pengalaman sebelumnya, kepolisian daerah Jawa Tengah ternyata melakukan antisipasi kemacetan yang lumayan efektif. Setiap ada pom bensin, yang mau ngisi bensin akan dibuatkan garis sendiri dan dilarang untuk saling serobot disitu. Buat yang mau lewat ya dipersilahkan melalu jalan utama. Jalur contra-flow juga diperbanyak untuk mempersilahkan pengendara dari arah Jakarta untuk masuk ke Jawa Tengah. Namun, itu juga belum banyak mengurangi kemacetan. Di daerah padat seperti pasar, kemacetan masih suka terjadi. Terutama di daerah Tegal yang entah kenapa macetnya nggak pernah bubar semenjak gue lewat Lebaran tahun lalu. Singkat cerita, (karena emang sepanjang jalan gue kerjaannya lebih banyak tidur), sore hari gue sampai di SPBU Muri, yang terkenal dengan banyaknya kamar mandi. Gue yang kudet (kurang update–red)┬áini pertama kali masuk ke SPBU Muri dan terkagum-kagum dengan kamar mandinya. Mungkin gue juga lagi beruntung karena dapet kamar mandi yang bersih dan ada shower-nya. Diulang lagi ya, ada shower-nya. Gue rasanya pingin buka baju trus mandi langsung disitu. Cuman karena memang niatnya cuman mau buang air kecil, akhirnya gue mengurungkan niat nekat itu dan buru-buru keluar dari kamar mandi.

Sore itu, entah kenapa udara emang gila panasnya. Gue yang sahur ala kadarnya, ditambah dengan stress di jalan yang lumayan membunuh, nggak kuat puasa lagi. Akhirnya batal di jalan. Perjalanan dilanjutkan dengan alternatif untuk menghabiskan satu malam lagi di tempat layak istirahat alias penginapan. Setelah sekian lama berkendara sejak dari SPBU Muri, gue dan orangtua memutuskan untuk berhenti makan di salah satu restoran. Menunya sop daging, salah satu menu yang menurut gue wajib banget selama perjalanan jauh. Dan benar, abis makan itu rasanya badan lumayan jadi lebih seger lagi.

DSC_2903

Continue reading “(m)udik pt. 3”