kenapa..

post kali ini adalah post yang paling merana dan mederita sepanjang perjalanan hidup dan blog raa yang sungguh baru sangan singkat sekali. dan apaila isinya memang sedikit banyak gak nyambung, mohon di maafkaan. karena saya kini sedang berada di dalam arus kekacauan yang sangat parah..

Kenapa.

Kenapa lagi harus kenapa?

Banyak pertanyaan yang bisa di mulai dari kata kenapa. Misalnya, kenapa kita ada di dunia ini? Kenapa kita harus bertahan dan mempertahankan hidup? Kenapa kita harus menjalani hidup. dan lainnya.

Tapi sayang, dengan gampangnya kita membuat pertanyaan dengan β€œkenapa”, justru kita semakin di buat susah untuk menjawabnya.

Tapi kenapa harus ada kata kenapa?

Mungkin karena pada dasarnya kita memang ingin serba tahu. Atau memang alasan kenapa semua manusia ingin tahu adalah karena ada kata kenapa.

Kenapa aku bisa kenal dia? Kenapa ada dia?

Tuhan menciptakan semuanya secara berpasangan. Juga dengan kata kenapa. Kenapa, punya pasangannya yaitu karena. Kapan, punya pasangannya bernama waktu. Apa, punya pasangannya juga, yaitu definisi dari apa yang mau kita tanyakan.

Lalu, juga sedih, senang, sakit, sembuh, dan lainnya.

Lalu, kembali ke kenapa.

Kenapa harus ada pasangannya? Mkalau begitu, berarti memang semuanya tidak bisa berjalan sendiri. Semua memang butuh teman, pasangan, teman berbagi, teman curhat, dan lainnya.

Manusia juga begitu. Manusia punya pasangannya, yaitu sesama manusianya sendiri.

Kita memang lemah. Kalau perlu, memang semua di dunia ini lemah.

Atau mungkin tuhan sendiri yang lemah?

Tuhan itu lemah, karenanya dia meminta kita untuk terus bersujud padanya.

Karena tuhan lemah, ia menciptakan semuanya serba berpasangan, agar semua hambanya tidak lagi lemah seperti dirinya. Agar semua punya sandaran, agar semua tidak harus bersusah-payah sendirian karena ketidakmampuan dasar yang ada di diri kita sendiri.

Manusia bukan individu. Manusia adalah kelomok sosialis yang kompleks. Begitu kompleksnya, begitu rumitnya. Hingga terkadang manusia itu sendiri begitu khilaf dengan dirinya sendiri.

Lalu kenapa bisa manusia menjadi begitu kompleks?

Karena manusia terdiri atas semuanya. Manusia itu khalifah. Manusia itu pemimpin. Karenanya ia bharus punya semuanya yang anak buahnya miliki.

Manusia punya naluri, intuisi, feeling, seperti hewan. Seperti burung-burung yang berkicau. Ia punya perasaan hari ini kondisi dan situasinya bagaimana, sehingga ia bisa bersiul dengan indahnya nantinya.

Tapi manusia juga punya nafsu, eghois, tinggi hati, besar kepala, dan munafik. Seperti singa, macan atau kucing hutan. Mereka terkadang begitu soliter, tapi juga mau menang sendiri. Maunya mendapat mangsa yang paling besar, dan tak ada singa lain yang boleh memlikinya. Bahkan singa kelompoknya sendiri. Setelah makan, mereka tidur seperti kerbau, lama dan tidak bisa di ganggu. Mereka memamerkan perut buncitnya kepada kelompoknya, lalu mengatur kelompoknya secara bengis dan tidak wajar. Mereka mengadakan perkelahian, mereka mengadakan judi mangsa dengan sesamanya, membuat singa-singa lain yang tidak bisa bertahan terjerembab jatuh ke tanah, lalu harus di keluarkan dari sarangnya. Keluar dari kelompoknya.

Manusia begitu komplekas. Mereka bisa saling menyerang, tapi juga bisa saling menyayangi. Di satu sisi mereka ingin terus diperhatikan, di sayangi, di manja, dan lain-lain. Tapi mereka begitu terpaut dengan waktu dan kesempatan. Mereka begitu mudah menghjilang dan bermukim di balik kata-kata manis yang syahdu, yang sedih dan lainnya. Mereka begitu saja menyerah pada kelalaian.

Tapi mereka bersikukuh pada prinsip mereka, yang sebenernya hanya selembek nasi basi.

Tapi, ada yang mengatakan begini.

Orang yang gak punya jati diri itu orang yang bodoh, orang yang gak bisa apa-apa. Karena mereka dengan mudah diombang-ambing zaman dan pergaulan mereka sendiri.

Lalu, apa harus menyerah dengan kenyataan ini?

Kenapa begitu mudah harus menyerah?

Kenapa kita harus menyerah pada waktu yang mengekang kita?

Kenapa?

tadinya saya juga ingin membeberkan semua kekacauan yang ada dala, diri saya, namun sepertinya saya masih belum ammpu untuk menuliskjan semua keluh kesal saya secara jujur di sini. biarlah waktu nanti yang akan menunjuukkan jalan saya ke depannya.πŸ™‚

10 thoughts on “kenapa..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s