ikut campur

banyak skenario sinetron yang mengandung banyak cacian mengenai seseorang yang sering “ikut campur terlalu jauh” dalam suatu maslah, misalnya: “Siapa sih lo?” atau “Mau lo apa?” atau “Gak usah ikut campur urusan orang” atau masih banyak lagi kata-kata makian yang negatif bagi peradaban zaman. walaupun, aku percaya, masih banyak orang yang bertanya-tanya: Siapa yang ikut campur? atau Kok ikut campur? Emang masalahnya apa?

aku, jujur sama sekali gak ngerti apa arti harafiah dari kata IKUT CAMPUR. menurutku, belum pernah ada orang yang secara “sistemik” terkena dampak negatif dari sesorang yang IKUT CAMPUR dengan urusannya. bukankah manusia adalah makhluk sosial yang membutuhkan bantuan dari orang lain? lantas, jika niat kita baik untuk membantu, kenapa disebut ikut campur?

ada esensi yang tidak bisa terbantahkan dari paragraf sebelumnya: niat membantu. tidak ada yang bisa membantah kalo kita berniat untuk membantu orang lain. namun, apakah yang kita lakukan memang sudah membantu orang lain secara benar? tanpa dituduh macam-macam, atau slentingan pedas di telinga?

dan, ternyata jawabannya adalah TIDAK. tidak selamanya yang kita lakukan adalah berniat baik untuk membantu orang lain. sebut saja, orang yang menceritakan rahasia pribadi orang lain pada orang-orang di sekitarnya. apa ada manfaatnya bagi orang lain? apa ada manfaatnya bagi orang yang dibicarakan? apa ada manfaatnya bagi orang yang membicarakan? TIDAK ADA. bnerarti memang disitu bedanya urusan ikut campur dengan urusan membantu. MANFAAT. jika kita hanya ikut campur masalah orang lain, maka tidak ada untungnya bagi kita, orang itu, atau orang di sekitar kita. lebih parah lagi, kalau apa yang kita lakukan ternyata berdampak sebaliknya. berdampak menjalin permusushan pada kedua belah pihak yang kita campuri urusannya. urusan yang sebenernya sepele malah berbuntut runyam. itulah mengapa ada pepatah bahwa DIAM ITU EMAS. lebih baik diam daripada berbicara yang nggak-nggak.

huh.. susah ya? ternyata menjadi manusia itu tidak segampang yang dibayangkan. hidup menjadi makhluk individu sekaligus makhluk sosial ternyata banyak makan perasaan juga. ketika tindakan yang kamu anggap benar ternyata dianggap sebaliknya oleh lingkungan dan orang lain. ketika dorongan kamu untuk melakukan sesuatu justru berdampak buruk pada orang lain. lalu kita harus gimana? bayangin temen kalian diomongin di kerumunan ramai padahal yang diomongin adalah masalah pribadi, apa kalian akan diam? apa kalian memilih untuk tidak bicara apa-apa pada kedua belah pihak, temanmu dan kerumunanmu? atau memilih untuk ikut campur, walaupun terkadang justru menyebabkan dampak parah bagi kedua belah pihak? yang mana yang akan kalian pilih?

dan, aku sudah terlanjur memilih untuk IKUT CAMPUR. aku untuk pertama kalinya menjadi orang yang comel yang gak tahan laporan sana-sini.. entah, apa karena aku sedang mencari jawaban atau sekedar menangkis rasa kesepian dan sakit yang begitu dalam. apa aku salah? apa aku telah menyulut emosi dan menyebabkan dampak parah kepada teman dan lingkunganku? kalau begitu, artinya aku sudah berbuat sangat jahat hari ini. aku sudah membuat gairah temanku hilang dan berbahya bagi orang-orang. huff..

sepertinya aku lebih baik kembali diam, kembali pada porsi awalku menjadi orang yang berbicara jika dibutuhkan, mengurangi kadar emosional-sosial yang memang belakangan ini agak ngajak berantem dengan terus meluap. berarti aku memang harus tinggal sendiri lagi. ,enyepi dalam kesendirianku, mendekat pada yang Maha Tahu, dan menenggelamkan aku dalahm rimba yang dulu aku dalami” lautan kata-kata yang bersimbah pilu. yah, sepertinya lebih baik begitu.

cinta itu, menjauhlah.

tinggalkanlah aku sendiri.

cinta itu, musnahkanlah.

karena kau satu-satunya, yang kucintai.

2 thoughts on “ikut campur

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s