upside down

hemm, itu judul sebenernya gak gitu cocok juga buat apa yang mau gue ceritain kali ini. tapi, biarlah cerita ini mengalir, karena gue mau ber-curhat-curhat ria masalah gue selama tiga hari ini.

hari pertama, jumat 14 mei 2010

sebelum-sebelumnya… aduh mulai dari mana yaa?

waaa serius gue bingung.

jadi gini, gue ceritanya lagi di rumah ama temen gue mutia, ngurusin proker Kir gue yang gga jalan-jalan dari kemaren (OMG). nah, tiba-tiba gue dapet sms dari temen gue latanya ada lomba penelitian gitu di sman 8, paling telat ngumpulin tanggal 8 mei. nah, kita mmeutukan untuk ikut. kita dapet tema tentang toleransi di kalangan remaja. metodenya berupa suvei gitu dan kita ngelakuinnya rada ngejar waktu juga. disisi yang sama gue juga ngrurusin pagelaran dan science camp Fosca, dan ternyata menghandle ketiga acara itu emang gga gampang sama sekali. kondisi gue nge drop dan sangat amat terpaksa gga masuk sekola karena bangun tidur gue nangis kejer gak karuan karena pusing banget pokoknya. akhirnya dengan susah payah karya tulis itu jadi dan tanggal 12 gue kumpulin ke sman 8. ternyata tanggal 14 mesti presentasi, dan kita belum minta ijin ama guru gue. tadinya kita uda mau nekat kalo gga dapet ijin yaa kita cabut. tapi ternyata setelah doa yang cukup panjang dan kata-kata yang halus akhirnya gue dapet ijin untuk keluar dari sekolah dan ke sman 8 untuk presentasi. selama menjelang presentasi ue dek-dekan kayak orang gila, dan akhirnya kita dapet urutan terakhir. oh nice. dan dengan sangat amat gila nya gue nungguin satu-satu sambil berharap ada keajaiban.

ternyata yang gue temui bukan keajaiban, melainkan kegilaan. jurinya parah, nyecer abis dan gak bisa ditahan ngomongnya. penampil pertama langsung dicecer, termausk akhirnya penampil gue. walaupun gue gga ditanya secara kasar, tapi gue tahu itu adalah moment yang paling parah sepanjang umur.

gue dicecer penelitian gue tidak sahih, karena kajian pustakanya tidak menunjukkan pendapat-pendapat yang valid, misalnya dari ahli yang cuup berpengalaman.

dan gue tidak bisa menolak ceceran itu, karena gue sendiri tahu kajian pustaka yang gue tulis adalah kajian pustaka super ngarang dan lebih berbentuk esai mengenai tolernasi. dan gue gak bisa berkata apa-apa ketika memang pendapat itu tidak bisa dibantah. dan gue langusng pesimis untuk menang.

gue juga di cecer masalah judul. katanya penelitian gue masih terlalu spesifik untuk judul yang umum itu. sebenernya gue juga gga gitu ngerti amsalah yang satu itu, karena menurut gue masih ada pembelaan yang cukup di sana. tapi karena keburu nge down, gue pun tidak memasukkan pembelaan gue terhadap para juri-juri itu.

dan ceceran gue selanjutnya adalah mengenia indikator rasa toleransi cukup, buruk dan baik yang gue jadikan dasar teori yang ternyata tidak valid. lagi-lagi karena memang waktu mepet makanya gue gak bisa konsultasi sama siapa-siapa. termasuk bokap gue tercinta, apalagi guru-guru. dan akhirnya ceceran itu berakhir karena waktunya sudah selesai untu bercuap-cuap ria di depan. dan gue TIDAK pulang, melainkan melanjutkan dekor pagelaran sampe jam setengah 10. dan gue pun tidak bisa langsung tidur karena mesti nemenin papa betulin motor dan ber-ketoprak ria tengah malem, trus baru bobok. astagaaaaaaaaaaaaaa, lelahnyaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa😥

sabtu, 15 mei 2010

PAGELARAN DAY IS COMING!!!!!😀

konsep yang matang, baku hantam setiap hari, dan lain-lain GAGAL hanya karena sie acara yang menghilang ketika acara abru setengah jalan dan akhirnya mmebuat penampilan awal semkain kacau. gue marah-marah dan ngamuk-ngamuk di belakang panggung, bahkan ketika orangtua gua dateng dan bermaksud menikmati pagelaran gue langsung gue suruh pulang biar gga ribet. ketika setelah semuanya muncul kembali, tindakan “penyelamatan” gue berhasil menaikkan groove kembali dan akhirnya semua kembali normal.

(maaf gak bisa cerita semua. untuk yang kali ini masalahnya ada pada sakit hati gue sama seluruh panitia, dan mungkin gak cocok untuk gue  gembar-gembor kan disini. bayangin aja ketika lo sakit hati dan sangat emosi, gak ada yang bisa ngerti perasaan lo, orang-orang cuman lalu lalang dan menganggap semua terjadi seolah semua berjalan lancar. maka lo berharap akan menghilang dari hidup, mending lo kabur dan meninggalkan semuanya karena artinya lo sama aja gga dianggep sama orang-orang lain. dan gue saat itu merasa bunuh diri adalah cara yang tepat)

oke, karena gue mulai tidak berminat dengan cerita terakhirnya, maka gue memutuskan untuk cut sekarang ini aja. daripada gue semakin pusing. thanks god my mom is here, so i better crying first before its too late.

One thought on “upside down

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s