#earthour 2011

Ini adalah tampang rumah gue kemarin, persis pukul 20.30. Yap, gue ikut berpartisipasi dalam rangkaian kampanye hemat energi, 60+ Earth Hour 2011. Dalam kampanye ini, kita dihimbau untuk mematikan seluruh alat listrik selama kurang lebih sejam dari pukul 20.30-21.30 untuk menghemat pemakain listrik dan sekaligus menghemat penggunaan bahan bakar fosil. dan ini beneran gue lakukan secara sukarela tanpa ada tekanan sedikit pun. kalaupun ada tekanan, rasa sayang gue terhadap bumi lah yang menekan gue untuk ikutan.

well, apa aja yang gue lakuin selama gelap-gelapan sukarela itu? gue twitteran. off course, gue ikut ngirim beberapa foto gelap ke @EHindonesia dan @fotogelap sambil ngasih hashtag earth hour. gue memang sengaja mau menunjukkan kalo gue peduli, dan ayok mari kita peduli sama bumi yang kita tinggali ini. tapi, ternyata yang gue jumpai malah nada nada menyindir yang bikin gue sedih. sebenernya sih, kalo lo gak setuju atau gak mau ikutan, there are your choices. but, kalo pake acara update status dengan kesan merendahkan, buat gue itu adalah suatu penghinaan. memang gue gak bisa melakukan banyak, gue cuman bisa baca sambil merenung, apa yang bisa gue lakukan untuk membantu, setidaknya memberi sedikit penjelasan tentang apa yang kita sedang rayakan malam itu. tapi toh, abis itu gue gak dianggep. jadi semakin sedih deh.

earth hour bukan sekedar mematikan lampu selama sejam dan menikmati kegelapan selama sejam. earth hour adalah kampanye untuk mengingatkan masyarakat untuk hemat energi. mengingatkan masyarakat bahwa penggunaan listrik yang berlebihan hanya akan memboroskan penggunaan bahan bakar. kalo yang kita pake adalah renewable sources kayak solar energy or wind energy, mungkin kampanye earth hour itu gak akan jadi bermakna. tapi kita menggunakan bahan bakar fossil yang selalu menghasilkan sisa pembakaran yang berbahaya, entah itu CO or CO2. dan kedua gas itu yang menghasilkan lapisan kaca di atmofser yang akhirnya bikin bumi tambah panas 20 tahun terakhir ini. jadi, kalo lo setiap hari ngeluh “Jakarta panas banget sih”, lo seharusnya ikut kampanye ini. we need action, not words. but sometimes with words, we can pursue others, and also ourselves to do something!

dalam hati gue juga merenung apakah gue sudah cukup “suci” untuk menggerakkan para followers gue untuk ikutan hemat energi. gue juga berkaca pada diri gue, apakah gue masih buang sampah sembarangan? apakah gue sudah mematikan lampu jika tidak digunakan? apakah gue sudah menanam pohon untuk mengurangi polusi udara? dan apakah gue juga sudah mennggunakan public transportation untuk menghindari pemakaian bensin. hasilnya? belum. gue mengakui gue masih sering buang sampah ke kali di jakarta. gue mengakui gue suka lupa matiin lampu kalo abis dari kamar mandi. gue mengakui yang nanem pohon banyak banget di rumah gue adalah bokap dan nyokap gue, which it isn’t me. yang bisa gue banggain adalah gue udah make angkot untuk pulang dari sekolah, pulang dari BTA, pulang ke kampung bokap di Klaten, dan kalo jalan-jalan pun gue berusaha untuk make transportasi massal. walaupun sebenarnya alasan aslinya adalah karena gue cuman punya motor dan motor itu gak muat untuk bertiga. (P.S: the car you see in the first picture are not belongs to my family. it belongs to my neighbor. I DON’T have a car!)

climate change is real. kalo lo gak percaya, coba aja pikirin apakah lo ngerasa cuaca makin gak menentu saat ini? kalo jawabannya iya, berarti lo harus mengubah gaya hidup lo. tujuan kedua earth hour adalah hemat energi bukan pada saat ini aja, tapi untuk seterusnya. jangan liat 60 nya, tapi liat tanda + nya. jangan berhenti sampe kemaren, tapi lanjutkan hingga seterusnya. apa yang bisa kita lakukan untuk melanjutkan itu? banyak. misalnya mulai mengurangi buang sampah di tempat sembarangan. ada jokes yang beredar di kalangan orang luar: kalo di singapura tempat buang sampah ada di setiap 100 meter, kalo di Indonesia tempat buang sampah ada di sekitarnya. which is means, orang indonesia itu gak butuh tempat sampah karena semua tempat dijadiin tempat sampah, karena kebiasaan buruk kita untuk buang sampah sembarangan! hayo, masa gak malu sih?

 

yang kedua, mungkin lo bisa mulai mengurangi penggunaan sampah plastik. gue sudah menerapkan itu dari beberapa bulan lalu. kalo gue beli gorengan, selain bungkus kertas kadang-kadang suka ditambahin kantong kresek plastik hitam biar gampang dibawa. tapi, gue selalu menolak dan bilang ama abangnya: “gak usah mas, pake bungkus kertas aja.” dengan begitu, dirumah gue gak bertumpuk banyak banget kantong plastik. selain itu, kantong kresek hitam juga berbahaya kalo kena minyak, karena kata bokap gue bisa terjadi kontaminasi dari si kresek hitam yang kena minyak karena gorengan yang gue beli, dan itu bahaya buat kesehatan. lagipula kantong kresek hitam itu kan plastik daur ulang yang kadang-kadang pengolahannya dan kandungannya kurang cocok untuk makanan, jadi kontaminasi itu bisa gampang terjadi.

yah, gue tidak berharap apa-apa dari post ini. gue juga menulis tanpa ada paksaan atau karena gue pingin eksis makanya gue bikin artikel ini. gue cuman mau mengatakan pada orang-orang yang kemaren membuat gue sedih, you have to be more aware! Ini bumi kita, kita yang harus menjaganya. jangan cuma bisanya pasang AC kalo kepanasan dan gak peduli kalo freon yang lo pake itu bisa melukai bumi kita. mau tinggal dimana lagi kalo nanti bumi makin tidak menentu, karena ulah kita sendiri?

“I just want you to know who I am.” – Iris (The Goo Goo Dolls)

2 thoughts on “#earthour 2011

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s