G

Kepada dia, yang tak tau aturan. Yang mendatangi aku ketika aku memang sedang kesepian. Yang menjumpai aku yang merana dengan kemandirian. Yang membuat aku terlena dengan rasa indah yg tiba-tiba ia berikan. Dengan semua rasa perih yg tiba-tiba mendapat obat namun tak sengaja terkena air biasa. Membuatnya perih, namun akhirnya pelan-pelan kembali menjadi normal.

Aku benci dirimu. Aku benci wangimu yg mengingatkanku pada sosok yg masih aku sayang selama ini. Aku ingin merengkuh dirimu, seperti aku ingin merengkuh dia yg telah lama pergi. Aku melihat dirimu seperti melihatnya, melihat sosoknya yg masih lalu lalang dalam relung yg sepi. Tidak bisa keluar, terjebak dalam ruang waktu. Aku benci diriku yg justru semakin tidak bisa lepas dari bayangmu. Aku muak dengan kepura-puraan yg harus aku lakukan di hadapanmu. Harusnya sosok itu tak ada lagi. Tapi ternyata dia masih ada. Dan menjelma menjadi dirimu.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s