Aku lelah. Tadinya aku pikir bisa sedikit memilikimu. Memiliki hatimu. Memiliki dirimu. Tapi ternyata, kenyataannya lebih susah dari yang ku kira. Kau terlalu jauh untuk kugapai. Kau seperti awan yang jauh dari peradaban, terdiam seperti elang yang tak terusik mata berkeliaran.

Akhirnya, aku lebih memilih mencintaimu diam-diam. Seperti yang biasa aku lakukan. Seperti yang aku contohkan pada separuh hatiku yang nyaman denganmu.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s