Bengis Tua

Aku benci dengan bengis tua itu
Bengis tua yang seenaknya membawa prajurit kebenaran ke medan bahaya
Gundala berjejer menjeritkan api membara ke tengah mereka
Hujan bergemuruh mengisi tiap sudut luka hati itu

Bengis tua, minta dikasihani
Tangis tak bersuara, raung tak berjelaga
Bengis tua hidup dari kegelisahan tiap prajurit kebenaran
Yang tak kuasa menolak bujuk rayu sang malam

Berkelompok seperti padang pasir
Bengis tua tak sekedar memangsa
Ia merobek kebebasan yang keji dan munafik
Juga membunuh akar berprinsip yang sudah lama tertanam

Pada akhirnya kita bertanya
Untuk apa, wahai bengis tua?
Merusak senja pagiku?
Merusak malam terangku?

Kalau akhirnya kau akan berkalang mati
dan turun menjadi debu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s