future

siapkah anda untuk masa depan?

Kutipan iklan anti nyamuk kertas bakar yang barusan gue denger itu terus terngiang di pikiran gue. Entah kenapa ada pikiran membahana tentang apa yang akan gue lakukan setelah tiga atau lima tahun ke depan.

*sebelumnya kita ambil sapu dulu sambil bersihin sarang laba-laba di “rumah” ini dulu*

Gak ada inti topik pasti yang mau gue tulis di posting ini. Gue cuman mau mengeluarkan beberapa pikiran random gue pagi ini. Kemaren ada nilai yang keluar dan ketika mayoritas semua anak dapet A, gue ternyata cuman dapet B. Bahkan AB aja gue gak bisa dapet. Artinya UAS gue gak begitu bagus. Dan akhirnya gue cuman bisa mengelus dada dan berpikiran bahwa ini memang nilai yang sebenarnya untuk diri gue dalam mata kuliah ini. Dan malemnya entah kenapa banyak pikiran random muncul tentang bagaimana semester 3 nanti. Apakah gue bisa mengimbangi mata kuliah yang sepenuhnya absurd itu? Apakah gue bisa menerima pelajaran yang hampir semuanya aplikatif itu? Apakah gue akan dapet temen yang sebaik dan sekooperatif waktu gue di TPB kemaren? Semuanya bergabung menjadi satu.

Pagi-pagi gue bangun dengan keadaan teler dan beler. Entah kenapa mendadak gue pingin tahu apa jadinya kalo seluruh nilai gue sudah keluar dan berapa indeks prestasi gue di TPB ini. Setelah gue jumlah-jumlah dan gue hitung-hitung dengan prasangka buruk akhirnya gue mendapat nilai akhir yang, buat gue, tidak sempurna. Entah kenapa ada kekecewaan yang langsung naik sampe ubun-ubun begitu gue baca nilai itu.

*seandainya gue bisa upload, cuman gue gak kuat ngeliatnya*

Yah, semakin lama semakin besar kekecewaan gue ketika ngeliat nilai gue yang sangat jauh berbeda ketika semester I. Semakin gue mikir apa yang terjadi dengan gue kemaren. Kenapa gue gak bisa meraih yang kemaren bisa gue lakukan dengan baik? Kenapa cuman segini nilai gue? Dengan SKS yang sedikit dan hampir semua mata pelajaran ilmu pasti yang harusnya jawabannya sudah jelas, kenapa gue cuman dapet segitu?

Ah sudahlah. Nasi sudah digoreng dan masuk ke mulut. Tinggal menunggu dicerna dan menjadi tambahan vitamin bagi diri sendiri.

Lalu, apa yang akan kita lakukan setelah ini? Setelah babak belur menghantam semuanya dan ternyata usaha belum berhasil mendapat kepuasan, lalu apa? Opsi berhenti jelas bukan yang akan dipilih. Masih ada kesempatan untuk meraih gelar di akhir, walaupun itu harus dengan keringat dan darah yang mengalir selama tiga tahun kedepan nanti. Semester II gue memang sedikit bertransformasi menjadi aktivis dan mencicipi organisasi eksklusif mahasiswa. Dan akhirnya banyak yang bilang mungkin karena kesibukan non akademik gue itulah yang meruntuhkan kegembiraan gue pada liburan semester ini.

Kemudian, apakah gue akan berhenti berorganisasi?

Menghabiskan waktu dengan kuliah, praktek dan laporan saja? Hanya itu? Sepertinya kepribadian itu bukan gue. Gue masih ingin main, masih ingin nambah temen baru, nambah pengetahuan dan pandangan tentang hidup ini, dan masih ingin berdiskusi sampai larut malam dan menemukan hal yang jarang ditemukan oleh pikiran orang biasa. At least, gue masih muda untuk mencicipi berbagai hal di dunia ini kan?

Akademik memang nomor satu. Tapi hidup gak selamanya tentang belajar dan dapet nilai A kan? Mencicipi nilai di bawah standar dan bangun sambil menatap langit juga bisa untuk mengisi hidup kan?

Ayolah, hidup cuman sekali. Masa depan akan datang tanpa kita rasakan. Siap atau tidak siap, mereka akan datang. Tinggal keputusan kita yang akan membawa kemana hidup kita.

So, viva raachaan! Viva for comeback in time! *nyemangatin diri sendiri*

*pada akhirnya saya nangis juga*

One thought on “future

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s