blushing

Ada yang mengejutkan hari ini. Dan saking mengejutkannya gue gak ngerti mau bikin tulisan dengan judul apa, memulainya gimana juga gak ngerti. Yah, pada akhirnya sih bisa juga, buktinya ini tulisan kan udah kebaca sama pembaca sekalian. Ye gak?

Ahem. Owkey, fokus.

Malem tadi, ada seseorang yang mampir di alam bawah sadar gue. Dia adalah orang yang selama ini muncul di bayangan dan khayalan gue selama gue kuliah di Bogor sana. Dia orang pertama yang benar-benar membingkai figurnya di suatu tempat terpencil di ujung dunia gue. Walaupun seperti biasa gue selalu tidak bisa mengungkapkannya secara gamblang. Bahkan pengalaman gue sebelumnya justru mentransfer bahasa hati yang salah dengan orang yang sebenarnya tepat pada saat itu.

Apakah dia Agas yang kemaren muncul di cerita gue? Hahaha. Gatau juga sih. *eh*

Ada sahabat gue yang ngamuk-ngamuk gara-gara gue gak cerita perihal Agas dan manusia berhuruf G di post yang sebelumnya lagi. Yah, gak mungkin gue cerita karena pada saat itu jadwal gue lagi sibuk banget. Dan yang kedua adalah ini ceritanya kalo dituturkan secara langsung akan jadi absurd banget. Bahkan gue juga terkesan ke-ge-er-an sama manusia ini, Makanya mending jangan yaa Smile

Yah, daripada tambah ngelantur, mari kita bercerita tentang orang yang iseng malem tadi. Hoooraaaayyy~!

Orang ini, keren sekali di mata gue. Dia ketua organisasi, ketua kelas, ketua grup, ketua anggota keluarga (dimana salah satu anggota keluarganya adalah gue! Ihiy!), dan ketua-ketua lainnya di seantero perkuliahan setahun yang lalu. Gue sangat mengagumi dia. Menyukai sikapnya yang sederhana dan dekat dengan semua orang. Gue menyukai figurnya yang seperti mengetahui banyak hal dan mendegar banyak hal. Dan yang terakhir, gue suka senyumnya. (blushing)

Dia gak cakep. Asli, gak cakep sama sekali. Orangnya kurus, kecil, tinggi dan cenderung berkulit sawo hitam. Gue berhasil berfoto sama dia waktu periode kelas terakhir, dan walaupun yang membidik fotonya agak kurang professional, tapi intinya gue berfoto sama dia. Sempat gue jadiin wallpaper pas liburan supaya gak ketauan orang-orang. Gue bikin cerita tentang dia dan fotonya bersandar dengan orang-orang yang dulu gue sukai. Intinya gue emang beneran jadi suka sama dia. (blushing part 2)

Dan dia mampir ke mimpi gue malem tadi. Mimpi yang cenderung iseng. Dia hadir karena ulah iseng seseorang yang tahu alasan gue melakukan sesuatu yang berkaitan tentang dia. Tahu-tahu dia datang dan menggandeng gue dari belakang sambil bertanya. Gue hanya memerah dan memberikan berkas file yang ada nama dia dan guenya. Alhasil dia tersenyum ke gue. Senyum yang waktu itu membuat gue gak bisa berhenti tersenyum sampai beberapa menit setelahnya. (blushing part 3)

Dan gue bangun. The End. Semua berlalu. Tinggal senyumnya yang masih terngiang jelas di benak gue. (blushing season finale).

UDAH AH. MALU.

2 thoughts on “blushing

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s