Kasih

Kasih, aku tahu matahari belum sempat menyapa pagi ketika aku bertemu denganmu
Dalam rangkulan kecil malu-malu
Kau dan aku, kita menyatu
Menjalani langkah kecil menuju ujung rimba jalan itu

Kasih, ini bukan cerita tentang drama putri salju
Tapi tentang menata hidup yang baru
Apakah kita akan bertahan bersama
Atau mungkin menghilang satu-satu

Kasih, aku tahu terkadang lelah seperti menghadang kita bertemu
Seperti angin laut yang tak hadir ketika nelayan ingin mencumbu
Tapi ketahuilah kasih, hati ini masih tetap untukmu
Lengan ini masih terkait dengan inginmu
Dan peluh ini mengalir demi bahagiamu

Kasih, seribu maaf mungkin tak bisa mengobati perih yang mungkin terkikis karena ucapku
Belaian angin mungkin belum cukup medinginkan hatimu
Tapi kasih, demi neptunus, tak ada inginku untuk menyampaikan lara padamu
Semata-mata karena cinta, itu yang selalu kulakukan untukmu

Kasih, pagi datang, dan hari akan segera dimulai
Sudah saatnya kakimu yang menjejak bumi
Dan tanganmu sendiri yang menata rimbunan belukar yang terseok di padang savanna
Tapi kasih, aku akan selalu berada di pucuk pelangi
Menyampaikan salam pada angin untuk setia disisimu
Seperti gemerisik hujan menemani kota setiap hari

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s