Murka Bumi

Serdadu-serdadu kecil bergerilya
Melawan asap yang menggetarkan jiwa

Serdadu-serdadu kecil menopang jasad hangus
Hampir bangkai
Termakan ganasnya lautan bara

Kelabu
Gelap
Masam

Mengusik hati kecil yang rindu jernihnya udara

Dia yang tadinya gagah menantang angkasa
Kini jadi pembuat derita
Dia yang tadinya memberi nafas untuk kehidupan keluarga
Kini meronta, membawa luka

Tak hanya disini, di tanah Babad Kawi
Bahkan di bumi Sinabung yang dulu seperti bersembunyi

Tangan-tangan yang tadinya ringan mencumbu takdir
Yang biasa memakan jerih payah orang-orang kecil yang tak punya kuasa
Sekarang tak punya suara,
Diam, membiarkan ratusan luka tertanam jelas
Mengukir sejarah keputusasaan sang pengambil keputusan

Air mata ini sudah lama kering
Menanti kasih hati dari mereka yang peduli
Jika malam tiba, dan purnama tenang menggelayut teduh di angkasa
Ribuan doa akan terpanjat pada sang Pencipta

Semoga murka bumi kali ini segera berakhir

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s