Meledak!

Sepintas terlihat indah
Namun terasa kasar

Sepintas terlihat sejuk dipandang
Namun terasa gersang

Semua tersedak
Terjerembab, kaget bukan kepalang
Ketika melihat Bathara Yudha memanggil punggawanya untuk pergi berperang

Memerangi bakteri sombong yang menggerogoti hati penguasa

Kemudian berita perang itu meledak bagai petir di siang bolong
Memaksa penguasa menutup rapat-rapat kendi emas yang susah payah dikumpulkan
Dari hasil merampok mata air rakyat jelata

Seperti bom waktu
Satu persatu penguasa hancur tinggal tulang belulang
Letupan emosi, luapan sensasi
Kemudian negeri ini tenggelam dalam skenario baru penguasa pongah yang terjebak

Kapan berakhir?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s