Perempuan Hina (I)

Setiap pagi, rasanya ada bogem mentah yg langsung menusuk ulu hati ku, menusuk jantungku, membawa kesadaranku pergi. Membawa sunyi yg mencekam, kemudian mengaliri darahku dengan penyesalan tiada akhir. Sejenak tubuh ini akan bereaksi, meluluhkan air mata yg akan sulit berhenti. Menggantungkan kelabu di kelopak mataku. Menyelipkan serak di setiap nafasku.

Sungguh, tak bosan aku mereka ulang setiap detik dimana kita menghadapi kematian itu. Kematian akan pengharapan bahwa kita akan bersatu. Kematian imaji bahwa kita bisa bertemu di tempat yg lebih baik. Kematian dari cerita kita yg tidak berakhir bahagia.

Maafkan perempuan hina ini.

Maafkan perempuan lacur ini yg baru saja bermimpi dicintai pangeran berkuda putih.

Perempuan hina tak pantas bermimpi.

Perempuan lacur memang pantas dibuang.

Seperti aku.

—–

Ada satu post full yang pingin penulis tulis sebenernya, tapi sebagai pembukaan babak baru di ‘rumah’ ini, segini dulu yang bisa penulis bisa kasih. Sekedar melepas penat yang super duper mengganjal di hati ini. Catch you veeeerrryyy soon.

One thought on “Perempuan Hina (I)

  1. cha…. sahabat gue bukanlah perempuan hina. cheer up soon. kalau kamu butuh telinga yang siap mendengar segala keluh kesahmu, aku ada buatmu.
    jangan terus bermuram durja dan merendahkan dirimu sendiri ya.🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s