perempuan hina (II)

Suatu hari, Takdir menggariskan adanya kepercayaan yang berbeda akan Tuhan. Bahwa Tuhan punya banyak cara untuk disembah. Bahwa Tuhan punya banyak ajaran yang menggariskan mana baik mana buruk. Bahwa Tuhan, walaupun satu, tapi ia menjelma menjadi realitas yang banyak, dan berbeda. Dan takdir memberi bumbu konyol bahwa setiap kepercayaan punya urgensi dan cerita yang masing-masing berbeda.

Takdir menggariskan pula bahwa anak Adam memiliki urgensi untuk memiliki kepercayaan tersebut. Setiap anak Adam akan punya satu kepercayaan yang mendarah daging di tubuhnya, mengalir di setiap nafasnya, dan dibawa mati pada akhirnya. Anak Adam tidak punya jalan selain menaati garis yang demikian, karena anak Adam tak akan pernah menembus takdir. Apalagi memaksa membuatnya satu.

Tapi takdir lupa bahwa anak Adam bisa bergerak. Anak adam punya mobilitas yang begitu besar. Anak Adam punya akal pikiran yang bisa bergerak menembus apapun yang menghalanginya. Anak Adam punya seni yang melawan batas tapal kehidupan yang kelam, menjadi lebih berwarna. Anak Adam punya kemampuan untuk bergerak mendekat atau menjauhi yang ia ingin.

Satu lagi. Takdir lupa anak Adam punya cinta.

Cinta, hal abstrak yang satu itu tidak pernah kehilangan berita. Tidak pernah kehilangan mangsa untuk membuatnya menguasai semuanya. Cinta bisa menguasai akal pikiran dan mengubahnya menjadi abstrak, kemudian memporak-porandakan apapun di depannya. Cinta menguasai seni dan membaur di dalamnya, menjadikannya atraktif dan artisitik di tengah perantauan. Cinta bisa menguasai segalanya.

Tapi sayang cinta tidak sejajar dengan kepercayaan pada Tuhan.

Kepercayaan Tuhan yang berbeda tidak bisa disatukan dengan cinta. Takdir mungkin bisa menggariskan itu dengan mudah, bahwa anak Adam akan bisa saling mencintai walaupun kepercayaannya berbeda. Tapi tak semua berjalan lancar. Lebih banyak yang harus mengorbankan cintanya untuk menaati kepercayaan akan Tuhan. Menaati aturan bahwa tiada kepercayaan yang berbeda yang bisa menyatu hanya karena hal seabstrak cinta.

Padahal Tuhan sendiri yang menciptakan cinta untuk anak Adam.

Suatu saat, seorang perempuan lahir dari cinta dua anak Adam yang berbeda jalan akan Tuhannya. Sudah berusaha disatukan, namun bukti abstrak itu masih ada. Takdir menggariskan mereka yang berbeda tetap akan berbeda. Seperti air dan minyak yang tak mungkin selamanya bersatu karena emulsi.

Pikiran tolol. Emulsi yang bentuk nyata bahkan tidak bisa menyatukan yang berbeda. Apalagi sekedar cinta, yang bentuknya saja tiada setan yang tahu.

Perempuan ini sadar bahwa dirinya berbeda. Dirinya lahir dari dunia yang berbeda. Dirinya lahir dari garis takdir yang tak mudah. Dari garis takdir yang egois, membolak-balik pikiran manusia seenaknya. Tapi perempuan ini menerimanya. Menerima tanpa syarat. Berkawan dengan takdir. Berkawan dengan garis imaji yang dibuat-buat.

Perempuan ini kemudian kenal dengan cinta. Dengan harapan. Dengan kasih sayang terhadap anak Adam lain. Anak Adam yang lahir dari kepercayan yang satu, yang kuat dan kental. Cinta meluruh diantara keduanya. Bersiap untuk mencicipi rasa baru setiap harinya.

Namun ternyata, perempuan ini hina di mata keluarga anak Adam itu. Perempuan ini tak pantas, tak layak, tak mungkin bersatu dengan mereka sebagai keluarga.

Perempuan ini memiliki dua kepercayaan kepada Tuhan. Sementara anak Adam yang lain hanya memiliki satu.

Kemudian perempuan ini lantas menjadi hina.

Kasihan.

Perempuan hina ini tak percaya. Sudah lama ia berkawan dengan Takdir. Namun kali ini Takdir menjahilinya. Membawanya ke bagian paling indah dari hidup, kemudian mencampakkannya sampai dasar lautan.

Kasihan.

Air mata tak berhenti mengalir untuk perempuan ini.

Sempat terpikir untuk menyalahkan semua orang. Sempat terpikir untuk menghentikan nafas sekalian biar lega. Biar kembali pada Tuhan untuk merengkuh tempat-Nya.

Entahlah.

Perempuan hina ini tak tahu harus berbuat apa.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s