Harusnya

Jangan tanya Bunda bagaimana aku bisa bertahan
Melawan semua ketidakpastian selama ini
Karena Bunda tak akan sanggup menahan badai dan topan yang menerjang
Yang harus sanggup itu aku

Jangan tanya Ayah bagaimana aku melalui hariku
Ketika setitik air menggelantung di pelupuk mata
Dan Ayah tak bisa menghapusnya
Yang harus sanggup itu aku

Mencintai adalah soal menerima
Harusnya.

Mencintai adalah soal merelakan
Harusnya.

Tapi tak semudah membuatnya jadi nyata.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s