di sudut kota

Di sudut kota itu kita bertemu
Menemukan masing-masing tersesat dijalannya
Kemudian bersatu

Di sudut kota itu kita menyatu

Kemudian di tempat lain kita melakukan hal yang lain
Yang salah dan benarnya tidak pernah diketahui siapapun
Dan aku rindu

Bau hangus hati yang terpanggang amarah yang tak kunjung reda

Kenapa hanya aku yang menerima bogem mentah kesalahan
Sementara di luar sana lebih banyak lagi yang terjebak dan terpedaya
Namun ia masih bisa bergelut dalam kisahnya yang nyata?

Hujan rintik
Bau masam tanah basah
Dan tangis yang tak kunjung berhenti mengalir

Aku mencintaimu, seperti hidup membenciku
Seperti matahari membenci hujan
Seperti angin yang bertiup meniup awan pergi dari kelabu

Aku mencintaimu
Di sudut kota itu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s