tentang sahabat

setiap manusia pasti punya cerita, punya kesan dan pengalaman, punya sesuatu yang pingin di bagi sama makhluk-makluk lainnya. dan aku kali ini akan membagi sedikit cerita tentang sahabat setia saya yang sudah hampir 5 tahun bareng mulu, sampai berpisah pun hampir gga pernah lepas komunikasi. berhubung salah satu sahabat saya ini adalah pembaca setia blog raachaan yang amat sangat absurd ini, sekali-kali saya ingin buat dia bahagia.. biar namanya bisa terpajang dan ia mungkin bisa cekikian sendiri membaca postingan saya ini.. [ngarep]

awal cerita, saya masuk sekolah negeri yang pertama kali menyelenggarakan kelas berprestasi, dan saya pun berhasil masuk ke kelas itu melalui psiko-tes.. waktu itu kelas nya kelas ke 8 dari sembilan kelas yang ada di satu angkatan. waktu itu, sebagai anak baru yang berpisah dengan teman waktu mos, saya masih bego dan takut-takut masuk ke kelas yang sudah ada makhluk nya di dalam. lalu, mendadak ada seorang gadis kecil yang langsung bertanya spontan: “kamu masuk kelas sini juga yya?” yang langsung ku jawab “iyya.” lalu dia mengajak saya untuk duduk sebangku, karena dia juga ga punya temen. lalu kami sama-sama memilih bangku ke dua sebelah kiri. (waktu itu susunannya berbentuk huruf U, jadi masing-masing bisa melihat teman di depannya langsung, dan lebih lega juga kelasnya🙂

lalu, pelajaran pun di mulai. teman yang baru itu ternyata bernama Rahmy Rizky dari sekolah dasar negeri di daerah pekayon situ. dia duduk satu meja dan di sebelah kiri saya. ketika pelajaran di mulai, muncul lagi sesama anak baru yang duduk di sebelah kanan saya, namanya Helena Trisa Monica. saya tidak kenal dengan dia, dan saya tahu namanya ketika kami disuruh memperkenalkan diri dengan hampir setiap guru yang datang ke kelas. waktu mos pun seingat saya dia belum pernah saya lihat. waktu itu, semua terasa asing dan baru bagi saya. saya menjadi begitu pemalu dan pendiam di kelas, hal yang paling jarang saya lakukan waktu di sd.

lama-kelamaan, mulai terbentuk jam-jam kosong yang akhirnya menjadi sepi. bagi mereka yang satu sd dan satu kelas, mereka masih bisa bermain, bercerita, atau saling mengenalkan teman barunya ke teman lain. namun bagi saya yang benar-benar sendirian, jam kosong adalah saat saat paling menyedihkan sekaligus menyeramkan, karena ditengah-tengah balon pikiran yang terus melayang di sekitar anda, anda tidak bisa memecahkan salah satu dari balon itu dan meresapinya.

“orang yang paling kesepian adalah orang yang diam dalam kerumunan..”

namun, keajaiban datang ketika Rahmy menuliskan lirik lagu anime yang dulu terkenal, yang di tayangkan di stasiun tv yang sekarang sudah berganti nama dan format [mungkin..]. lirik lagu yang mengandung porn-words itu langsung mendekatkan saya dan rahmy yang akhirnya memulai rantai permata persahabatan saya yang terus berlanjut hingga 5 tahun berjalan.

Five years isn’t short, is it?

lanjut..! waktu itu kaan lagi demam-demamnya film harry potter, dan ternyata salah satu temen saya punya novel nya. jadilah dia dikenal sebagai penggemar harry potter paling bermodal di kelas [karena dia satu-satunya yg punya, bukan minjem novelnya] dan sekaligus menjadi bulan-bulanan para penggemar harry potter kurang bermodal di kelas. Termasuk Rahmy dan saya, kami pun bersama-sama meminjam dan berjanji mengembalikan secepatnya. namun tiba-tiba Rahmy berantem gara-gara rebutan novel itu.

dan saya hanya tertawa melihatnya.

jadilah, saya dekat dengan Rahmy dan Helena, namun tidak begitu dekat dengan temen sebelah Helena. waktu itu kelas saya terkenal paling rame di kelas, dan jadilah guru-guru mengadakan rolling tempat duduk yang memecah trio heboh Raa-Helen-Rahmy. disitulah awal masalah kami, selain masalah-masalah kecil yang selesai dengan sendirinya dan makin meningkatkan kadar pertemanan kita. rasa jealous, iri hati, sebel kalo deket sama temen yang lain, rasa gga di anggep karena jarak kami makin jauh, dan feeling-feeling negative emang bikin kita sempet down dan pusing abis.

jujur, saya dan rahmy memang punya kadar jeles yang tinggi dan bikin helen gga betah. namun pelan-pelan akhirnya kita balik lagi dan kembali nganggep pertemanan kita emang bukan sembarangan, kita harus sebisa mungkin mempertahankan ini dan usaha kita gga bakal sia-sia. karena kita berteman bukan mengandalkan siapa-siapa, kita murni bertemen gara-gara memang kita cocok dan punya banyak pandangan yang sama [walopun kita gga pernah cerita yang serius juga].. dan itulah yang bikin kita kuat.dan we did it after all.

komposisi kita sebenarnya ber-5, bareng sama temen yang kita temui di kelas 2 dan temen masa kecil helen yang gabung juga bareng di waktu yang berdekatan. dan semakin kami berteman, justru semakin banyak cerita dan banyak konflik yang kita temui. kami juga hampir mengakhiri pertemanan kita dan nyaris nangis gara-gara itu. kami memang sempat ‘salah’ memilih teman, kami mengakui itu dan kami pun banyak mendapat pelajaran dari apa yang terjadi bagi persahabatan kami. semakin kami belajar, dan semakin kami dewasa dalam membina pertemanan sepanjang usia, dan kami pun semakin merasa ‘hangat’.

melanjutkan kembali ke kelas 3, saya di pisah dengan semua sahabat saya. namun anehnya, rahmy dan helen dan satu teman kami tetap digabung. saya yang ‘kembali sendiri’ terpaksa harus membina lagi tali pertemanan dengan anak-anak dari kelas lain yang punya macam-macam pandangan dan balon pikiran yang kadang-kadang lebih cuek, lebih apatis dan di sisi lain lebih optimis dengan apa yang saya rasakan bersama sobat-sobat saya dulu. dan lama-lama saya juga merasa mempunyai pencerahan baru, walaupun dengan kondisi cukup bersedih karena penuh dengan pertanyaan: “kenapa harus gue yang dipisah sendiriaaaaannn??”

namun pada akhirnya, kami tetep jalan, dan sampe sakrang pun tetep jalan. jalan bareng, makan bareng, nonton bareng, sms an bareng, telpon bareng, bahkan tidur bareng di tempat tidur sendiri-sendiri. baru kepikiran, jangan-jangan ntar kita kalo uda 1 lebih bisa dugem bareng nie.! mulai ngawur pemikirannya..

yah, sepertinya pemikiran saya sudah mulai ngawur ke mana-mana. dan saya akan meng-ending-kaan page ini dengan satu ucapan.

happy birthday for me and my friendship..🙂

Happy Birthday Myspace Comments
MyNiceSpace.com

_____________________________________

UPDATE!!

Kemarin tulisan ini dikomentarin sama salah satu tokoh utama dari cerita ini. Namanya Rahmy Rizky. Dia ini yang duduk sebelahan sama gue, dan akhirnya memulai persahabatan kita selama ini. Nah, kemaren dia nulis catetan di fesbuk mengenai persahabatan kita. Biar lengkap, gue posting di sini juga deh.

Well, ini bisa dibilang membalas rangkaian kata dengan rangkaian kata. Ada yang udah baca ‘curcolnya’ Ocha di blognya tentang kita?
That’s rite. Anak yang satu itu lumayan sering nulis sesuatu tentang kita. Dan… gue cuma mau bales kata-katanya aja.

Errr~ gak usah perhatiin EyD ya. Gue lagi gak nulis fanfict, essai, makalah apalagi skripsi. #kabursebelumditendang

PTCN, unik ya nama itu. Siapa yang bikin?

Tuh, anak perempuan energik yang chubby nya gak ilang-ilang. Banyak orang yang nanya apa sih artinya PTCN. Ada yang bilang perseroan terbatas #aigoo~~ ada juga yang bilang putus cinta. What the hell, biarpun gue ngetik ini habis diputusin ‘someone’ tapi gak segitunya juga ‘kan?

Uhm, apa ada di antara kalian berempat yang pernah ngeliat sifat asli gue yang keras kepala, egois, butuh perhatian atau kadang gak terjangkau oleh orang lain?

Oke, dulu… jauh sebelum kenal kalian, gue itu orang yang skeptis, tertutup dan selalu berkutat dengan masalah gue sendiri.

Tapi gue sadar, kalau gue gitu terus gue gak akan bertahan lama dengan eksistensi gue di dunia pergaulan kaum-kaum itu.

Gue mulai berubah. Jadi Rahmy yang over lebay, ramah, mudah akrab sama orang lain, jadi Rahmy yang selalu ceria.

Tapi, itu topeng. Kalian ada yang sadar gak?

Makin lama, makin sesak gue karena topeng itu, siapa yang tahan sih?

Gue mau ngelepas topeng itu, tapi gak pernah bisa. Gue sendiri bingung mesti ngapain.

Tapi… dengan kenal kalian gue bisa perlahan-lahan jadi diri gue sendiri. Gue enjoy sama kalian, gue enjoy jadi gue yang selama ini kalian lihat. Pssttt, sekedar bocoran, orang tua gue seneng lho sama kalian. Biar kata ada yang minjem celana adek gue tapi belum dibalikin.

Kenapa orang tua gue seneng gue temenan sama kalian?

Simpel kok #Mr.SimpleModeON #plakk

Errr~rr itu karena kalian anak-anak yang gigih di mata kedua orang tua gue. Biarpun kalian sibuk sana sini, biarpun kalian (maaf sebelumnya) udah pacaran bahkan dari smp, tapi kalian tetep murid-murid yang berprestasi. Itu yang orang tua gue suka dari kalian. Dan gue sangat mengakui, kalau otak kalian memang jauh istimewa dan cemerlang dibandingin gue.

Ada yang ingat proses ketemuan kita?

Sama Ocha santai aja gue kenalan sama dia. Senyum, jabat tangan, sebut nama. Ah gue jadi inget, di blognya Ocha, Ocha bilang kalau gue adalah little girl? Mwahahaha, itu berlebihan Ocha sayangs~~

Sama makhluk kriting pipi mbem? Yang ada adu bacot, alis mata nyatu, tarik-tarikan novel.

Dan untuk dua adik kecil gue… jangan tanya kenapa gue sebut kalian dua adik kecil. Terus terang gue gak inget gimana kita bisa kenal. Kalian berdua masuk gitu aja ke kehidupan gue, awalnya gue risih dan ngerasa gak mungkin gue bisa cocok sama kalian. Tapi apa sekarang? Semua yang udah kita lewati ngebuat kita saling menguati sama lain ‘kan? *I hope, yes*

Kalian tau apa hukum hak milik seorang bocah usia lima tahun?

Saat anak itu memiliki sesuatu, atau bahkan seseorang, anak itu akan kesal kalau sesuatu/seseorang itu gak ada bersama anak itu.

Intinya, gue yang udah nyaman dengan dunia dan fantasi gue, sempet ngerasa risih, kesal saat orang-orang dengan seenak jidatnya masuk dan ngusik ketentraman gue. Tapi, kalian (Ocha Helen) dengan mudahnya masuk dan (lagi-lagi maaf sebelumnya) gue kesel sama Ita yang waktu itu akrab sama Helen. Yeah, kecemburuan dan keposesifan gue saat itu berlebihan. Dan ternyata Ocha pun sama, ya gue tau, kita kekanak-kanakkan. Tapi, gue harap kalian gak nyalahin sikap poor little girl itu ya. Baik Ita maupun Icha, kalian bisa dengan mudah gue terima dalam ruang lingkup hati gue yang sempit ini.

SMP? Tempat itu banyak kenangan ya? Sekelas, main sama-sama, dan ngerasa asing serta menjauh saat kelas pisah, dan makin asing saat masuk SMA.

Kalian gak liat sih, gue waktu awal-awal SMA. Macem anak autis yang sibuk sama dunia gue sendiri, gak sibuk sosialisasi, gak sibuk nyari temen sebangku lebih tepatnya gue bersikap masa bodo.

Sering kita telpon-telponan dari tengah malem sampe subuh saking gak biasa misah. Dan itu obat yang ampuh buat gue yang lumayan limbung saat awal-awal SMA, orang tua gue malah maklum pas denger gue telpon-telponan sama kalian meskipun itu tengah malem. Dan gue malah makin sering ngabur ke rumah Helen tiap pulang sekolah saking gak biasanya misah, biarpun kalau ketemu kita lebih sering nyela ucapan orang yang lagi ngomong.

Kalian inget? Gue dulu suka banget sama Jepang, pas ada event J-fest kita udah ngerencanain buat dateng ke acara itu. Tapi apa? Gue, untuk yang kesekian kalinya gak nepatin janji yang udah gue ucapin.

Maaf…

Kalian pasti hafal banget kebiasaan orang tua gue, susah ngelepas anaknya untuk pergi main kesana-sini.

Kalian inget? Waktu gue bilang gue habis kecelakaan ringan yang ditanggepin berlebihan itu, kalian ke rumah gue.

Sumpah, sebenernya gue malu banget kalian dateng ke rumah yang entah layak disebut rumah apa enggak. Dulu sih, gue pernah cerita ke Ocha di buku harian yang err~rr pink itu. Aishhh, gue shock sebenernya pas anak yang angin-anginan macem Helen bilang pengen ke rumah gue. *backsound B2ST SHOCK*

Tapi gue seneng pas Helen bilang dia mau ke rumah gue, dari PTCN cuma rumah gue yang belum pernah diberantakin. Terkesan nyebelin ‘kan? Tapi itulah, ucapan-ucapan spontan yang kalian keluarin itu yang membuktikan kalian sayang gue.

Kehidupan SMA, menakutkan pada awalnya, menyenangkan saat di tengah, dan memuakkan saat akhirnya.

Di SMA, ok, gue termasuk murid, kakak kelas dan teman yang gampang akrab sama orang. But, yeah… gak ada yang sampai kayak kalian.

HELENA TRISA MONICA

ROSARI PRABAWATI

ITA ALVIONITA

ANISSA NURUL AMALLIA

Terima kasih, biarpun gue gak seperti kalian yang mempunyai apa yang gak gue punya, biarpun kalian lebih baik, ramah, bersahabat dan lebih menarik dibandingkan gue, terima kasih udah jadi sahabat gue yang mau nerima gue apa adanya.

Terima kasih atas pujian yang pernah kalian ucapin.

Terima kasih buat semua teguran kalian akan sikap gue.

Terima kasih khususnya Icha sama Helen yang rumahnya lumayan sering gue berantakin.

Banyak, banyak yang pengen gue ucapin, banyak yang pengen gue lakuin, banyak yang pengen gue laluin sama-sama kalian.

Tapi, itulah gue. Saat ada masalah pun cuma bisa diem, dan pasang puppy eyes di hadapan kalian kemudian minta peluk. Gue kangen pelukan hangat kalian, terutama Ocha.

Gue kangen adu bacot sama kalian, gue kangen ngusilin kalian terutama Ita (Cha-cha sama jeglongan)

Gue kangen kita heboh sendiri ngebahas apa yang kita suka. Gue kangen ngetawain orang lain sama kalian, gue kangen suasana-suasana dulu, keautisan, kegilaan, dan bahkan kesedihan saat dulu.

Itu semua gak mungkin keulang ‘kan? Kita cuma bisa nginget itu baik-baik, ngejaga kenangan itu tetap indah dan terus berhubungan dengan baik seekuat yang kita bisa.

Gue sayang kalian, kalian yang terbaik yang pernah gue miliki selama ini. Berlebihan? Kalau gitu, persahbatan kita berlebihan, dong?

PTCN, bukan sekedar nama yang mencerminkan manusia yang narsis, bagi gue PTCN secara gak langsung adalah benang merah tipis namun kuat yang dari dulu udah ada untuk mengikat kita ke dalam hubungan persahabatan kita ini.

Siapa yang setujuuuuuuuuuuuuuuuuuuu???????????????????

Siapa yang sekarang kangen sama sahabatnya hayoo?

16 thoughts on “tentang sahabat

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s